Puan “Kartu As” Ganjar Pranowo, Pemilih Kritis ke PDIP menurun

JI-Jakarta. Pengaruh Puan Maharani, Ketua DPR RI dan salah satu tokoh penting PDIP, terbukti sangat besar dalam membawa kemenangan untuk Ganjar Pranowo di dua periode Pilgub Jawa Tengah. Oleh karena itu, PuanEffect (kolaborasi dan kontribusi dari Puan) dinilai akan menjadi faktor penting Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Analis Komunikasi Politik, Silvanus Alvin, posisi Puan sebagai Ketua Tim Pemenangan Ganjar di Pilgub Jateng 2013 dan Pilgub Jateng 2018 merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan Ganjar. Dalam beberapa bulan terakhir, Puan juga aktif menjalin komunikasi dengan partai-partai lain dan melakukan safari politik ke sejumlah ketua umum parpol.
“Kolaborasi serta kontribusi Puan atau PuanEffect saya anggap mampu memberi sumbangsih dalam memenangkan Ganjar,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (25/4).
Dia pun menjabarkan, di bawah komando Puan, Ganjar berhasil mendapat 48,82 persen suara di Pilgub Jateng 2013 dan menang telak di Pilgub Jateng 2018 dengan 58,78 persen perolehan suara.
Dalam tugas barunya sebagai komandan tim pemenangan Ganjar di Pilpres 2024, Puan dapat memanfaatkan jaringan luas yang dimilikinya di internal partai dan di luar partainya untuk menggalang dukungan dan merangkul partai-partai politik lain yang mungkin dapat membantu memenangkan Ganjar.
“Puan Maharani dapat memainkan peran penting dalam menggalang dukungan untuk Ganjar Pranowo,” ucap Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) itu.
Di samping itu, Lulusan master University of Leicester Inggris tersebut juga menyoroti kebesaran hati Puan dalam menerima keputusan Megawati Soekarnoputri untuk memilih Ganjar sebagai capres dari PDIP.
Sikap besar hati Puan dinilai dapat meredam kekecewaan pendukungnya yang ingin ia maju sebagai capres PDIP, dan secara tidak langsung membawa seluruh pendukungnya untuk turut bekerja bersama membantu pemenangan Ganjar.
“Kebesaran hati yang ditunjukkan Puan berarti Ketua DPR tersebut lebih memperhatikan kepentingan golongan dibanding kepentingan pribadi,” imbuh Alvin.
Menurutnya, Puan menunjukkan loyalitas kepada keputusan partai dengan menyatakan tegak lurus terhadap instruksi Megawati, yang secara tidak langsung membawa seluruh pendukungnya untuk turut bekerja bersama membantu pemenangan Ganjar. Oleh karena itu, PuanEffect akan memainkan peran besar dalam pemenangan Ganjar di Pilpres 2024 mendatang.
Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Deni Irvani mengungkapkan dukungan kelompok pemilih kritis kepada PDI Perjuangan (PDIP) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan.
Hal itu diketahui berdasarkan survei terakhir yang dilakukan SMRC pada 18-19 April 2023 lewat sambungan telepon.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit sampling (RDD). Sebanyak 831 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi dan screening.
Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. “Ada garis berwarna merah yaitu tren dukungan kepada PDI Perjuangan dalam jangka yang panjang, survei April 2020 sampai April 2023 terlihat ada penurunan dukungan terhadap PDI Perjuangan di kelompok pemilih kritis. Dari 23,1 persen di April 2020 menjadi 16,1 persen di April 2023,” ujar Deni saat memaparkan hasil survei dalam konferensi pers secara daring, Selasa (25/4).
Berdasarkan survei ini, PDIP menjadi satu-satunya partai politik penghuni parlemen yang mengalami penurunan dukungan dari kelompok pemilih kritis. Teruntuk Partai Gerindra, survei ini menyimpulkan ada peningkatan dukungan sebesar 2,5 persen dari kelompok pemilih kritis.
“Kita lihat Gerindra dari 9,2 persen di 2020 sekarang menjadi 11,7 persen. Perubahannya tidak terlalu besar di bawah tiga persen,” imbuhnya.
Deni menyatakan Partai Golkar menjadi satu-satunya partai politik di parlemen yang mendapat dukungan signifikan dari kelompok pemilih kritis, yakni dari 5,1 persen pada April 2020 menjadi 8,7 persen pada April 2023.
Sementara itu, masih dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, dukungan kelompok pemilih kritis untuk PKB mengalami peningkatan. Dari 4,2 persen di April 2020 menjadi 6,1 persen di 18-19 April 2023.
“Perubahannya di bawah dua persen dan tidak terlalu besar, tidak sebesar pada Golkar,” kata Deni.
Menurut Deni, jumlah pemilih kritis ini sekitar 80 persen dari total populasi pemilih nasional.
Berikut hasil survei lengkap dukungan kelompok pemilih kritis terhadap sembilan partai politik di parlemen dalam tiga tahun terakhir.
- PDIP: Dari 23,1 persen turun menjadi 16,1 persen.
- Gerindra: Dari 9,2 persen naik menjadi 11,7 persen.
- Golkar: Dari 5,1 persen naik menjadi 8,7 persen.
- PKB: Dari 4,2 persen naik menjadi 6,1 persen.
- PKS: Dari 3,6 persen naik menjadi 4,4 persen.
- Demokrat: Dari 3 persen naik menjadi 5,1 persen.
- NasDem: Dari 3,4 persen naik menjadi 4,9 persen.
- PAN: Dari 1,4 persen naik menjadi 1,6 persen.
- PPP: Dari 0,8 persen naik menjadi 2,3 persen.
“Sehingga kita bisa simpulkan dari sembilan partai politik yang ada di parlemen yang ada perubahan signifikan adalah PDI Perjuangan dan Golkar. PDI Perjuangan cenderung turun dari kelompok pemilih kritis, sedangkan Golkar cenderung mengalami penguatan,” ucap Deni.
Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap PDIP memiliki elektabilitas yang cukup unggul daripada partai lainnya yang juga akan berlaga dalam Pemilu 2024 mendatang. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan sepanjang 31 Maret hingga 4 April 2023.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan sejumlah partai dalam hasil survei tersebut menunjukkan angka yang mengalami penurunan. Penurunan ini tak hanya dialami PDIP, partai lain pun mengalami hasil yang sama.
“Dibanding temuan pada Februari lalu, PDIP, Golkar, dan PKB ada indikasi mengalami penurunan meski tidak besar,” Kata Djayadi, saat memaparkan hasil survei tersebut, Minggu (9/4). Di sisi lain, PKS cenderung menguat. Meski memang dia tetap tidak bisa mengungguli PDIP dan partai lain yang berada di posisi teratas.
PDIP dalam survei tersebut berhasil mengumpulkan suara sebanyak 17,7 persen. Padahal dalam survei sebelumnya, suara yang berhasil dikumpulkan partai yang digawangi Megawati ini berhasil mendulang dukungan hingga 19,3 persen.
Sementara di posisi kedua ditempati Gerindra dengan perolehan suara mencapai 12,8 persen. Disusul Partai Golkar dengan suara 7,8 persen. Kemudian di posisi keempat ditempati PKS dengan perolehan suara hingga 7,6 persen.
Kemudian Partai Demokrat menempati posisi kelima mengalahkan PKB dan Nasdem yang masing-masing berada di urutan keenam dan ketujuh. Perolehan suara yang dikumpulkan ketiganya yakni, Demokrat sebanyak 5,4 persen, PKB 4,4 persen, dan Nasdem 4,1 persen.
Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago berpendapat Sandiaga Uno bisa merapat ke Koalisi Perubahan maupun ke PDIP usai keluar dari Partai Gerindra.
Menurutnya, Sandi bisa bermanuver untuk posisi cawapres menggunakan PPP meski sejauh ini Sandi memang belum mengumumkan partai baru.

“Jadi Sandi ini ibarat koin dua sisi, dia bisa melempar ke kubu PDIP dan juga bisa melempar ke kubu Anies,” kata Arifki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (24/4). “PPP menjadi pintu bagi Sandi untuk masuk ke berbagai lini capres,” imbuh dia.
Arifki mengatakan PDIP memiliki hubungan yang panjang dengan PPP. Ia menyinggung riwayat duet Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum PPP Hamzah Haz sebagai pasangan Presiden dan Wapres RI periode 2001-2004.
Jika Sandi masuk ke PPP, menurutnya ada kemungkinan Sandi bakal digandeng menjadi bakal calon wakil presiden. Sebab, PDIP membutuhkan figur religius untuk mendamping Ganjar.
“PDIP membutuhkan figur-figur religius, kalau kita melihat track record Sandi saat berpasangan dengan Anies kan memang secara isu dekat partai-partai yang religius misalnya PAN, PPP, maupun PKS. Secara afiliasi politik yang dimiliki Sandi,” katanya.
Sementara di sisi lain, Sandi masih berpeluang mendapat tempat di Koalisi Perubahan jika tarik menarik antara PKS dan Partai Demokrat soal cawapres buat Anies Baswedan menemui jalan buntu.
“Sandi dengan PKS punya hubungan baik juga, makanya selain itu tarik-menarik antara Aher (Ahmad Heryawan, kader PKS) dengan AHY (Ketua Umum Partai Demokrat) di koalisi perubahan, Sandi mendapatkan bola muntah, meskipun nanti Demokrat keluar dari koalisi perubahan dan PPP masuk. Secara hitung-hitungan koalisi masih cukup,” katanya.
Sandiaga Uno sebelumnya disebut bakal bergabung dengan PPP. Kabar tersebut kembali mencuat usai dirinya mengundurkan diri dari Partai Gerindra pada Minggu (23/4) kemarin.
Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara sempat membenarkan kabar kepindahan Sandiaga ke partainya.
Ia juga mengaku komunikasi antara PPP dengan Gerindra tidak ada masalah. Menurutnya, urusan kepindahannya ke PPP ini merupakan urusan personal dan bukan partai.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun mengungkap Sandi sudah pamit dan menitipkan surat berisi permintaan maaf untuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Anies Baswedan menyampaikan pesan kepada relawannya untuk kerja keras karena ada ‘lawan’ yang besar untuk menang di Pemilu 2024. Waketum Partai NasDem Ahmad Ali menganggap wajar Anies Baswedan menyampaikan hal itu.
“Ya itu kan pernyataan yang disampaikan Mas Anies di kalangan relawan untuk mengikuti kontestasi. Lebih kepada para relawannya ya untuk lebih semangat, lebih giat. Saya pikir itu hal yang wajar saja,” kata Ahmad Ali saat dihubungi, Senin (24/4/2023).

Kemudian, Ahmad Ali menyinggung kekuatan lawan Anies Baswedan di 2024. Dia menyebut lawan Anies Baswedan memang punya kekuatan besar seperti Prabowo Subianto yang punya logistik besar dan Ganjar Pranowo yang didukung oleh PDIP.
“Kita tidak bisa pungkiri bahwa katakan Pak Prabowo kalau kita lihat LHKPN-nya itu calon presiden paling banyak duit, paling kaya lah. Karena beliau background-nya sebagai pengusaha, keluarga yang memang selama ini exist di dunia usaha. Nah bahwa politik tidak bisa dihindari dengan biaya, ya itu faktornya pasti. Kalau dibandingkan dengan Mas Anies sangat-sangat jauh kan,” ujar Ahmad Ali.
“Begitu pun Mas Ganjar yang kemudian di-support PDIP. Kalau kita lihat sumber daya yang ada di lingkungan katakanlah Pak Jokowi secara terang-terangan memberikan dukungan terhadap Ganjar. Ya itu juga suatu kekuatan dan sumber daya yang tentunya tidak bisa disaingi oleh Anies,” imbuhnya.
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan relawan Anies harus bekerja keras jika ingin menang di Pemilu 2024. Sebab, kata Ali, relawan Anies hanya bermodalkan semangat juang untuk menang.

“Jadi kita tidak memiliki sumber daya yang lebih seperti yang lain. Tapi kita memiliki semangat, kita melipatgandakan semangat relawan untuk bisa menang. Jadi kalau relawan bekerja biasa-biasa saja, pasti sangat berat. Tapi kalau bekerja bersungguh-sungguh, melipatgandakan potensi semangatnya, itu bukan hal yang terlalu berat,” ungkap Ali.