Tafsir ajaran Islam

Tafsir ajaran Islam

JI-Jakarta.

Anas r.a berkata, “Kebanyakan doa Rasulullah Saw. adalah, ‘Ya Tuhan kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, peliharalah kami dari api neraka.'” (Muttafaq ‘Alaih).

Abu Musa Al-Asy’ary r.a berkata, “Nabi Saw. membaca doa, ‘Ya Allah, ampunilah dosaku, kebodohanku, berlebihanku dalam urusanku, dan segala hal yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada diriku. Ya Allah, ampunilah diriku karena kesungguhanku, senda gurauku, kesalahanku, dan kesengajaanku. Semua kelemahan itu memang ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku dari dosa yang telah dan akan aku lakukan, yang aku sembunyikan, yang aku tampakkan, dan lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya dari pada diriku. Engkau yang memajukan Engkau yang mengundurkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Muttafaq ‘Alaih).

Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah Saw. pernah membaca doa, ‘Ya Allah, perbaikilah agamaku karena ia merupakan pangkal urusanku, perbaikilah duniaku karena ia merupakan tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku karena ia merupakan tempat kembali ku, dan jadikanlah hidup sebagai kesempatan untuk menambah setiap kebaikanku, dan jadikanlah mati sebagai pelepas diriku dari setiap kejahatan.'” (Riwayat Muslim).

Anas r.a berkata, “Rasulullah Saw. pernah membaca doa, ‘Ya Allah berilah manfaat kepadaku atas apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku dengan apa yang bermanfaat bagiku, dan limpahkanlah rezeki ilmu yang bermanfaat bagiku.'” (Riwayat Al-Nasa’i dan Al-Hakim).
Al-Tirmidzi meriwayatkan hadis serupa dari Abu Hurairah r.a dan beliau menambahkan doa di ujungnya, “Tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah dalam keadaan apa pun, dan aku berlindung kepada Allah dari keadaan penghuni neraka.'” (Sanadnya hasan).

Dari A’isyah r.a bahwa Nabi Saw. pernah mengajarkan doa kepadanya, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari segala kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, baik yang aku ketahui maupun tidak. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, baik cepat maupun yang lambat, baik yang aku ketahui maupun tidak. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan seperti yang dimohon hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan wasilah yang dapat mendekatkanku kepadanya, melalui ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan wasilah yang dapat mendekatkanku kepadanya, melaui ucapan maupun perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap keputusan yang Engkau tetapkan untukku itu baik.'” (Riwayat Ibnu Majah. Hadis ini sahih menurut Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dua kalimat yang disenangi Allah Yang Maha Pengasih, ringan untuk diucapkan dan berat timbangan pahalanya adalah kalimat, ‘Mahasuci Allah dengan segala pujian untuk-Nya dan Mahasuci Allah yang Maha Agung.'”

Dari Anas r.a bahwa Nabi Saw. bersabda, “Bencana ilmu adalah lupa. Dan termasuk menyia-nyiakan ilmu adalah bila engkau membicarakannya dengan orang yang bukan ahlinya.” (HR. Abi Syaibah).

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Bencana agama ada tiga, yaitu ahli fiqih yang durhaka, imam yang zalim dan mujtahid yang jahil (tidak mengerti masalah agama).” (HR. Dailami).

Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Ayat keperkasaan ialah, Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan, dan agungkan Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.'” (HR. Ahmad).

Dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Carilah derajat yang tinggi di sisi Allah dengan bersikap penyantun terhadap orang yang tidak mengetahui tentang diri kalian, dan hendaknya kalian memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu.” (HR. ‘Addi).

Dari A’iayah r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Hamba yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang kedua pakaiannya lebih baik dari pada amal perbuatannya. Pakaiannya ibarat pakaian para nabi tetapi amal perbuatannya seperti perbuatan orang-orang yang sering bermakar jahat.” (HR. Ad Dailami).

Dari Abu Darda r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sampaikanlah hajat orang yang tidak mampu dengan menyampaikan keperluannya kepada penguasa. Siapa saja yang menyampaikan keperluan (orang tersebut) kepada penguasa, kelak di Hari Kiamat Allah akan menetapkan kedua telapak kakinya di atas shirathal muataqim.” (HR. At Thabrani).

Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Hai Ibnu Adam, taatlah kepada Tuhanmu. Dengan begitu kamu termasuk orang yang berakal, dan janganlah mendurhakai-Nya karena kamu akan disebut sebagai orang jahil.” (HR. Abu Nu’aim).

Dari Jabir r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Hai Muhammad, hiduplah sesukamu karena sesungguhnya engkau pasti akan mati, dan sukailah apa yang engkau kehendaki karena jelas engkau akan berpisah dengannya, dan beramalah sesukamu karena engkau pasti akan menerima balasannya. Ketahuilah, kehormatan seorang mukmin terletak pada shalat yang dilakukannya di malam hari, dan kemuliaannya terletak pada kemandiriannya dari pertolongan orang lain.” (HR. Al Baihaqi).

Dari Abu Thalhah r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Telah datang utusan Tuhanku, lalu ia berkata, ‘Siapa saja diantara umatmu yang bershalawat untukmu sekali shalawat, maka Allah Swt mencatat sepuluh kebaikan baginya, menghapus daripadanya sepuluh keburukan, ditinggikan kedudukannya sebanyak sepuluh derajat, dan diberikan kepadanya hal yang serupa dengan kesemuanya itu.'” (HR. Ahmad).

Dari Abu Darda bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Apakah engkau senang bila hatimu lunak dan dapat terkabul apa yang engkau harapkan ? Kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah ia makan dari makananmu, niscaya hatimu lunak dan terkabulah apa yang engkau harapkan.” (HR . At Thabrani).

Dari Abu Dzarr r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimana pun engkau berada, ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya dan berakhlaklah kepada manusia dangan akhlak yang baik.” (HR. At Thabrani).

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent