ADA MUTASI COVID-19, WAGUB DKI IMBAU LANSIA DAN ANAK-ANAK TETAP DI RUMAH

ADA MUTASI COVID-19, WAGUB DKI IMBAU LANSIA DAN ANAK-ANAK TETAP DI RUMAH

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sumber foto: OKNews

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat berusia di bawah sembilan tahun dan lanjut usia atau lansia untuk tetap berada di rumah menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijiriah. 

Ariza beralasan saat ini pemerintah telah mengidentifikasi tiga varian baru Covid-19 yang ada di Tanah Air yakni B.117 asal Inggris, B.1351 asal Afrika Selatan dan mutasi ganda dari India B.1617. 

“Untuk itu kami minta untuk masyarakat terlebih anak di bawah sembilan tahun dan orang tua di atas 60 tahun, kita minta tidak melakukan kegiatan di luar rumah dan sekali lagi tempat terbaik bagi kita semua warga Jakarta tetap di rumah,” kata Ariza di Polda Metro Jaya, Rabu (05/05). 

Di sisi lain, dia menegaskan permohonan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta bagi kegiatan perjalanan umum tidak dapat diberikan. Adapun, dia menegaskan, masyarakat tetap memerlukan hasil rapid test antigen untuk mendapatkan SIKM Jakarta. 

“Dan kita semua akan melakukan kegiatan pembagian masker dan tes rapid secara random di setiap perjalanan dan mudah-mudahan dapat mengurangi penyebaran Covid-19,” ujarnya. Sebelumnya, Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan virus Corona varian baru B.117, B.1351, B.1617 sudah ada di Indonesia.

Varian baru Covid-19 yang terdeteksi masuk ke Indonesia antara lain adalah B.117 berasal dari Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.  Di beberapa negara, mutasi virus itu menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus di negara-negara tersebut juga karena tingginya mobilitas masyarakat.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617. Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75 persen dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” kata Nadia pada konferensi pers secara virtual, Selasa (04/05).(Bisnis)

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent