BUPATI TERPILIH SABU RAIJUA WARGA NEGARA AS, MK DIMINTA PERINTAHKAN PILKADA ULANG

BUPATI TERPILIH SABU RAIJUA WARGA NEGARA AS, MK DIMINTA PERINTAHKAN PILKADA ULANG

Foto: Orient Patriot Riwu Kore, sumber foto: portalntt.com

Mahkamah Konstitusi (MK) diminta memerintahkan adanya pemungutan suara ulang (PSU) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sabu Raijua.

Pasalnya, dalam Pilkada yang sudah dilakukan diketahui bupati terpilih yakni Orient P Riwu Kore memiliki kewarganegaraan ganda yakni Indonesia dan Amerika Serikat. 

Permintaan PSU ini seperti disampaikan pihak pasangan calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua nomor urut 3 Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba dalam sidang sengketa hasil pilkada yang disiarkan secara daring, Selasa (23/3/2021).

“Untuk melakukan pemungutan suara ulang pemilihan bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Tahun 2020,” kata Yafet.

Menurut dia, pemungutan suara ulang itu dilakukan karena ada cacat formal dalam penetapan pasangan Orient P Riwu Kore dan Thobias Uly sebagai calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua nomor urut 2.

Pasalnya, Orient disebut memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, kata Yafet, Orient-Thobias harus didiskualifikasi dari kontestasi pilkada.

Kendati demikian, Yafet juga menilai tidak tepat jika MK menetapkan pasangan calon peraih suara terbanyak kedua, yakni pasangan calon nomor urut 1 Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale, sebagai pemenang.

Oleh karena itu, ia menyarankan adanya proses pemungutan suara ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua.

“Dengan hanya melibatkan pasangan calon nomor urut 1, yakni Nikodemus N Rihi Heke dan Yohanis Uly Kale dan pasangan calon nomor urut 3 Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba,” ujar Yafet seperti dikutip dari Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, gugatan ini merupakan perkara ketiga sengketa hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua terpilih yang diajukan ke MK.

Tiga perkara tersebut mempermasalahkan status kewarganegaraan Orient Riwu Kore sebagai bupati terpilih.

Dua perkara lainnya sudah menjalani sidang pemeriksaan pendahuluan dan mendengarkan keterangan termohon dalam hal ini KPU dan Bawaslu Sabu Raijua dan pihak terkait, yakni Orient Riwu Kore.(KompasTv)

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent