4 FAKTA 201 KG SABU DI PETAMBURAN DIDUGA UNTUK PENDANAAN TERORISME

4 FAKTA 201 KG SABU DI PETAMBURAN DIDUGA UNTUK PENDANAAN TERORISME

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus, sumber foto: Siasatnews.co.id

Peredaran gelap narkotika jenis sabu di sebuah hotel di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat digagalkan polisi. Ratusan kilogram sabu itu dikendalikan jaringan internasional.

Para pelaku yang ditangkap tim gabungan Satgassus Merah Putih Bareskrim Polri dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya itu merupakan satu jaringan dengan kelompok yang pernah ditangkap sebelumnya di Serpong, Tangerang Selatan pada akhir Januari 2020 lalu. Saat itu, tim gabungan menyita 288 kilogram sabu.

Disusul kemudian beberapa bulan setelah itu, Satgas Merah Putih dan Polda Metro Jaya juga berhasil mengungkap 800 kilogram sabu di Serang, Banten. Kelompok ini merupakan jaringan Timur Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan ada kesamaan ciri di kelompok narkoba yang ditangkap di Petamburan dengan yang di kawasan Tangsel dan Serang, Banten itu. Salah satunya adalah kode ‘555’ pada kemasan paket sabu.

“Ini adalah jaringan internasional dari Timur Tengah. Ini kan pengembangan jaringan sama yang kita ungkap di Januari 2020 kemarin sekitar 288 kilogram yang ada di Serpong, lalu ada 800 kilogram di Serang Banten. Kodenya sama yaitu 555,” ujar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (23/12/2020).

Yusri mengungkap bahwa sabu di Petamburan itu diduga digunakan untuk pembiayaan terorisme di Timur Tengah.

“Hasil profiling dan ada indikasi dugaan barang haram ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di Timur Tengah,” kata Yusri.

Dari 11 orang yang ditangkap, 10 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. 10 tersangka tersebut berinisial TJ, AP, ZAB, BT, RW, WY, MD, MI, FA, dan AH.

Akan Diedarkan di Malam Tahun Baru

Polisi masih mendalami keterangan para tersangka terkait peredaran sabu 201 kilogram ini. Ada dugaan bahwa barang haram itu akan diedarkan di malam tahun baru

“Sepertinya iya (diedarkan) untuk (perayaan) tahun baru juga,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dihubungi detikcom, Rabu (23/12/2020).

Polisi mengungkap kasus tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Selama sepekan terakhir, polisi melakukan pengintaian kepada jaringan tersebut.

Mukti menerangkan barang-barang tersebut dikirim melalui jalur laut.

“Jadi sama kaya modus yang lalu-lalu. Dia ambil barang itu dari laut,” imbuh Mukti. Dia menambahkan, dari keterangan awal 11 orang yang diamankan, 201 kilogram sabu tersebut akan disebar di beberapa wilayah di Pulau Jawa. “Diedarkan di Jakarta dan Jawa Barat ya,” ujar Mukti.

Dikendalikan dari Luar Negeri by Phone

Polisi menyebut sindikat ini terkait dengan jaringan di luar negeri. Kelompok ini dikendalikan oleh jaringan dari luar negeri melalui sambungan telepon.

“Kita sudah tahu (pengendalinya, red). Emang dikendalikan oleh luar negeri ini sama seseorang by phone,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dihubungi detikcom, Rabu (23/12/2020).

Polisi masih melakukan pendalaman terkait sindikat internasional pengendali ratusan kilogram sabu tersebut. Namun, Mukti mengatakan pelaku utama dari peredaran ratusan kilogram tersebut berada di luar negeri.

“Iya (pelaku utama). Tapi pembeli tetap di Jakarta kemarin ya,” imbuh Mukti.

Sabu tersebut diduga akan diedarkan pada malam tahun baru.

Mukti belum memerinci lebih jauh perihal pelaku dari luar negeri tersebut. Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terkait pelaku utama tersebut.

Diduga untuk danai teroris

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap bahwa hasil peredaran narkoba ini akan digunakan untuk mendanai jaringan terorisme di Timur Tengah.

“Hasil profiling dan ada indikasi dugaan barang haram ini dipakai untuk pembiayaan terorisme yang ada di Timur Tengah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Menurut Yusri, barang bukti ratusan kilogram sabu yang diungkap di Petamburan, Selasa (22/12) itu berasal dari satu jaringan yang sama dengan jaringan yang pernah ditangkap pada Januari 2020.

Untuk diketahui, pada Januari 2020, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri membongkar peredaran 288 kilogram sabu di Serpong. Beberapa bulan kemudian tim gabungan berhasil mengungkap 800 kilogram sabu di Serang, Banten.

“Ini adalah jaringan internasional dari Timur Tengah. Ini kan pengembangan jaringan sama yang kita ungkap di Januari 2020 kemarin sekitar 288 kilogram yang ada di Serpong, lalu ada 800 kilogram di Serang Banten. Kodenya sama yaitu 555,” beber Yusri.

Terkait pendanaan terorisme di Timur Tengah, Yusri mengatakan pihaknya masih mendalami apakah kelompok tersebut berkaitan dengan jaringan terorisme yang ada di Indonesia.

“Yang jelas di sini indikasinya ini jaringan internasional yang digunakan untuk pembiayaan terorisme yang ada di Timteng. Saya tegaskan lagi apa ada dugaan di sini dengan jaringan terorisme yang ada di Indonesia? Kita masih dalami dan kembangkan,”ungkap Yusri.

Punya Kode 555

Pihak kepolisian menyebut bahwa 201 kilogram sabu yang diamankan di hotel di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat dikendalikan oleh jaringan narkoba internasional. Indikasinya, terdapat kode ‘555’ yang merupakan ciri khas jaringan Timur Tengah.

“Kode yang sama ‘555’, ini adalah barang memang jaringan internasional dari Timur Tengah. Saya katakan Timur Tengah karena memang kodenya sama,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di parkiran hotel di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020).

Yusri mengungkap, kode ‘555’ ini memiliki kesamaan dengan jaringan narkoba yang pernah ditangkap oleh tim Satgas Merah Putih dan Ditnarkoba Polda Metro Jaya di Serpong, Tangerang Selatan pada Januari 2020 lalu.

“Kalau kita lihat kodenya ini, pasti ingat tanggal 30 Januari 2020 yang lalu kita berhasil mengamankan jaringan di Serpong, ada 1 ditembak mati saat itu di Serpong dekat tol arah Banten,” tuturnya.

Kasus ini terungkap setelah Satgas Merah Putih menyelidiki sebuah informasi adanya pengiriman narkoba ke Jakarta. Tim gabungan kemudian menyelidiki informasi tersebut dan menangkap 10 pelaku di beberapa tempat.

Keterangan salah satu pelaku mengaku bahwa barang tersebut akan dikirim ke sebuah hotel di Petamburan, Jakarta Pusat. Tim kemudian melakukan control delivery terhadap mobil berisi narkoba tersebut.

“Kemudian kita ikuti dengan membawa satu orang ke sini dan memang ditunjukkan ke satu orang di sini, di hotel ini,” kata Yusri.

Di lokasi tersebut, polisi kemudian menangkap pelaku yang dimaksud. Polisi kemudian menggeledah mobil yang dibawa pelaku dan ditemukan 201 Kg sabu di dalamnya.(Detik)

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent