MAKNA IDUL QUR’BAN

MAKNA IDUL QUR’BAN

Foto: Ilustrasi, sumber foto: Terasjabar.id

 

Oleh : Thareq KA

Besok, seluruh umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha atau juga dikenal sebagai idul qurban. Hari raya ini juga dikenal sebagai hari raya haji, karena seluruh jemaah haji yang melakukan wukuf di Padang Arafah mulai sah bergelar haji dan hajjah. Semoga semuanya menjadi haji dan hajjah yang mabrur.

Hari raya Idul Adha atau Idul Qurban adalah perintah sekaligus refleksi kebanggaan dan rewards Alloh SWT kepada hamba hambaNya yang sabar dan ikhlas dalam menjalani segala macam ujian sebagai makhlukNya seperti kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Dalam mengarungi “ancaman, hambatan, tantangan dan gangguan atau disingkat ATHG” dalam kehidupan sehari hari, maka urgensi Idul Adha menjadi sebuah keniscayaan. Betapa tidak, “jebakan offsides” di era sekarang sudah diwanti wanti Nabi Muhammad SAW dengan istilah “harta, takhta dan wanita” betapa banyak contoh penguasa, pejabat, pengusaha dan lain lain yang longsor jabatan dan kekayaannya karena tiga faktor diatas.

Dengan tingkat kemakmuran rakyat Indonesia yang semakin meningkat seperti diklaim pemerintah selama ini, seharusnya jumlah umat Islam yang berkorban sapi, domba, dan kambing semakin banyak bahkan lebih banyak dari seluruh jemaah haji. Ada baiknya jika Kemenag dan BPS melakukan survei terkait masalah ini. Jika terjadi penurunan jumlah hewan korban dibanding tahun lalu, maka terjadi kemerosotan iman dan taqwa di kalangan umat muslim. Dan jangan harap umat Islam yang mampu untuk berkorban namun tidak mau berkorban akan mendapatkan safaat Nabi Muhammad SAW di Padang Mahsyar dan saat hari penghitungan amal dan dosa kelak dikemudian hari.

Sebenarnya, pemerintah dapat memaksimalkan hewan korban di kalangan menteri, ASN, TNI dan Polri karena dengan banyaknya pendapatan mereka yang berasal dari gaji, tunjangan kinerja, sisa SPPD, sisa biaya operasi atau program kerja dan lain lain maka sepertinya mustahil mereka tidak mampu berkorban.

Keikhlasan berkorban jelas akan diganjar dengan kenikmatan di dunia dan akherat nanti oleh Alloh SWT. Bagi pejabat dan penguasa, dengan berkorban mereka akan semakin adil, tidak mengandalkan like and dislike dalam mengangkat dan mengganti pejabat dibawahnya, tidak sombong, jauh dari korupsi dan ketamakan, siap lengser kapan saja dan tugas jabatannya akan amanah serta dilindungi Alloh SWT. Makna berkorban bagi rakyat jelata, mereka merasakan adanya rasa perhatian, rasa asih dan kasih sayang dari saudaranya yang lebih kaya tapi dermawan, sehingga dengan berkorban bisa meminimalisir bahkan menghilangkan potensi gesekan sosial antara the have vs the have not.

Kita khususnya umat Islam perlu berintrospeksi di momentum Idul Adha kali ini apakah jiwa ketaatan dan kesolehan kita kepada Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW meningkat atau menurun.

Ayo kita ramai ramai membeli hewan korban tahun ini. Jangan sampai kelengahan dan keengganan kita untuk berkorban akan diazab langsung oleh Ilahi ketika kita masih hidup di dunia dengan banyaknya bencana alam dan kemalangan lainnya. Naudzubillah min zaliik. Ayo berkorban sebaik baiknya. Ingat harta yang kita keluarkan untuk membeli hewan korban sejatinya adalah milik Alloh SWT juga.

Penulis adalah pemerhati Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent