PROFIL DAN POTRET SEJUMLAH GRUP TEROR Oleh : Toni Ervianto

PROFIL DAN POTRET SEJUMLAH GRUP TEROR Oleh : Toni Ervianto
PROFIL DAN POTRET SEJUMLAH GRUP TEROR
Oleh : Toni Ervianto
Ancaman kelompok teror di ranah global masih menjadi concern berbagai negara, karena sejumlah grup atau kelompok teror yang memiliki kemampuan serangan yang mematikan masih eksis di sejumlah negara, meskipun perkembangan terkini struktur mereka sudah mengalami kerusakan, sehingga gerakan mereka lebih intens dilakukan lone wolf dan sel-sel terornya.
Sejumlah kelompok atau grup teror yang masih eksis antara lain Islamic State, Boko Haram, Taliban, Al-Qaeda, AQAP, Al-Shabab, Libya’s Ansar al-Sharia, dan Jemaah Islamiah (JI). Untuk yang terakhir ini, anasir JI masih sangat eksis di ASEAN termasuk Indonesia. Semua grup teror ini sangat membahayakan,namun yang paling membahayakan adalah Islamic State dan al-Qaeda yang “sempat berkuasa” di Suriah dan Irak. Tulisan ini merupakan short brief yang menggambarkan profil sejumlah grup teror sebagai berikut :
Islamic State
Sebelum berubah nama menjadi Islamic State (IS), organisasi teror ini bernama Islamic State in Iraq and the Levant (Isis) yang dibentuk sekitar April 2013 yang merupakan perkembangan/perpecahan dari kelompok teror sebelumnya yang bernama al-Qaeda in Iraq (AQI). IS adalah kelompok teror yang memerangi pemerintahan Suriah dan Irak. IS memiliki ribuan pejuang, termasuk jihadis yang datang dari berbagai negara. Pada awalnya, al-Qaeda dan IS adalah satu kelompok, namun IS akhirnya memilih jalan perjuangan yang berbeda dengan IS sejak dipimpin Abu Bakar al Baghdadi.
Figur Abu Bakar Al Baghdadi tidak banyak yang terekspos, namun lelaki ini lahir di Samarra, sebuah kota yang berada di utara Baghdad, Irak pada tahun 1971, dan organisasi insurgensi tumbuh subur di Irak sebagai respons invasi Amerika Serikat ke negara tersebut sejak tahun 2003. Figur Baghdadi dikenal sebagai komandan perang dan ahli strategi/taktik perang, bahkan sejumlah analis menyebutkan IS dibawah al Baghdadi memiliki banyak pejuang muda dibandingkan al Qaeda saat dipimpin oleh seorang pemikir Islam bernama Ayman al-Zawahiri.
Menurut Prof Peter Neumann dari Universitas King’s College London, Inggris mengestimasikan bahwa 80% pejuang IS di Suriah berasal dari berbagai negara Barat seperti United Kingdom atau Inggris, Perancis, Jerman, Amerika Serikat, beberapa negara Arab bahkan dari kawasan Kaukasus khususnya negara-negara pecahan Uni Soviet.
IS ketika di era masa jayanya mendapatkan pemasukan dari penjualan minyak dan barang-barang antic, dimana penjualan komoditas ini diinformasikan malah didukung pemerintahan Suriah. Menurut Prof Neumann, sebelum menguasai Mosul pada Juni 2014, IS memiliki aset sebesar kurang lebih $900 million (£500 million), dan terakhir berkembang menjadi sekitar $2bn (£1.18bn). Kelompok teror ini dilaporkan mengalami jutaan dollar dari sebuah cabang Bank Central Irak yang berada di Mosul, dan terus mengontrol penjualan Migas di wilayah utara Irak, sebelum akhirnya pasukan Suriah didukung koalisi Amerika Serikat berhasil mengusir atau mengalahkan mereka sejak tahun 2017.
 
al-Qaeda
Organisasi teror ini dibentuk tahun 1989 oleh Abdullah Azzam dan Osama Bin Laden setelah kekalahan Uni Soviet di Afghanistan. Osama bin Laden sendiri akhirnya terbunuh di Pakistan tahun 2011. Pengganti Osama, adalah figur pemberontak yang berasal dari Mesir yaitu Ayman Zawahiri. Sejumlah besar pemimpin dan komandan al-Qaeda tertangkap atau terbunuh beberapa dekade terakhir melalui serangan drone. Sejak tahun 2011, Afghanistan diyakini sebagai markas al-Qaeda.
Di Yaman, ada organisasi teror yang disebut dengan al-Qaeda Semenanjung Arab atau dikenal dengan al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) yang berhasil eksis dari kevakuman situasi keamanan pasca pemberontakan Arab Spring di tahun 2011, dan menguasai sejumlah wilayah yang tidak memiliki pemerintahakan dan membuka cabang-cabang mereka termasuk menyerang aparat negara.
Boko Haram
Organisasi teror ini dibentuk tahun 2002 di Maiduguri, Nigeria, dengan nama Arab yaitu Jama’atu Ahlis Sunna Lidda’awati wal-Jihad, yang berarti “Rakyat yang berkomitmen dengan ajaran Nabi dan jihad”. Boko Haram dibentuk oleh tokoh kharismatik Islam di Nigeria bernama Mohammed Yusuf, yang sebelumnya membangun Kompleks Islami termasuk masjid dan sekolah Islam. Mohammed Yusuf sendiri tewas dalam tahanan Polisi di tahun 2009.
Boko Haram fokus melawan pendidikan Barat, dan melaksanakan operasi militer sejak tahun 2009 untuk menciptakan negara Islam. Pada tahun 2013, pemerintah AS mengelompokkan Boko Haram sebagai kelompok teror, sempat mendeklarasikan kekhalifahan di wilayah yang dikontrolnya pada tahun 2014, walaupun sejumlah wilayah Boko Haram dalam perkembangan terakhir banyak dikuasai oleh militer Nigeria dibantu Amerika Serikat.
Boko Haram mempromosikan Islam dan melarang masyarakat Muslim untuk berpartisipasi atau aktif dalam kegiatan sosial dan politik bersama warga Barat, termasuk melarang mengikuti Pemilu, mengenakan celana cingkrang dan jubah, dan menolak pendidikan ala Barat. Namun, sebenarnya Boko Haram tidak tertarik dengan dunia pendidikan, karena tujuan politiknya membentuk negara Islam. Sekolah hanya dijadikan arena perekrutan anggotanya.
Serangan yang dilakukan Boko Haram memiliki trademark tersendiri misalnya dilakukan penembak dengan menggunakan sepeda motor, membunuh polisi, politisi dan siapapun yang mengkritik mereka termasuk tokoh agama Islam tradisional dan tokoh agama Kristen/Katolik.
Pada tahun 2009, Boko Haram melakukan operasi militer dengan menyerang kantor pemerintah dan markas polisi di Maiduguri, ibukota negara Borno. Pemerintahan Nigeria mengumumkan negara dalam keadaan darurat pada Mei 2013, ketika ketiga wilayah di bagian utara yaitu Borno, Yobe dan Adamawa dikuasai Boko Haram.
Pada April tahun 2014, Boko Haram mendapatkan kecaman internasional setelah menculik lebih dari 200 siswi sekolah. Pada Agustus tahun 2014, pimpinan Boko Haram yang dikenal dengan nama Shekau mendeklarasikan kekhalifahan di wilayah milik Boko Haram dengan pusat kekuasaannya di Kota Gwoza. Pada Maret tahun 2015, Boko Haram mengalami kekalahan dan kehilangan disejumlah kota yang sebelumnya dikuasai, karena serangan pasukan gabungan dari Nigeria, Kamerun dan Chad.
Wilayah Konduga menjadi target Boko Haram, pada Juli 2018 terjadi serangan bom bunuh diri yang menewaskan 8 orang yang sedang beribadah di sebuah masjid. Dalam perkembangan terakhir, Boko Haram kembali melakukan serangan bom bunuh diri sebanyak 3 kali ke Desa Kondunga di negara bagian Borno pada 17 Jui 2019 yang menyebabkan setidaknya 30 orang tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka.
Pada Agustus tahun 2019, Boko Haram dikabarkan mengalami perpecahan organisasi setelah sebuah video milik IS melaporkan bahwa Shekau digantikan oleh Abu Musab al-Barnawi, yang diyakini sebagai anak dari pendiri Boko Haram, Mohammed Yusuf.  Pasukan Boko Haram banyak ditarik ke hutan Sambisa ketika militer Nigeria melakukan pengejaran terhadap mereka, ratusan pejuang Boko Haram ditangkap. Selama serangan yang dilakukan oleh Boko Haram, organisasi teror ini telah menyebabkan 27.000 orang tewas dan 2 juta orang dipaksa menjadi pengungsi. Pemerintah Nigeria menilai Boko Haram dan organisasi teror yang menjadi lawan Boko Haram yaitu Islamic State of West Africa Province (Iswap) sudah semakin mudah untuk dikalahkan.
Kelompok Boko Haram juga sering melakukan serangan tak terduga biasanya di wilayah utara dan tengah Nigeria, melalui pemboman gereja, pembakaran bis, bar-bar, barak militer, kantor polisi bahkan kantor PBB di ibukota Abuja.
Al-Shabab
Al-Shabab dalam bahasa Arab berarti pemuda. Organisasi radikal kalangan pemuda ini berasal dari Somalia dan sempat menguasai Mogadishu tahun 2006, sebelum dikalahkan pasukan Ethiopia. Sejumlah laporan menyebutkan, anggota organisasi radikal dan teror ini berasal dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Diprediksi anggota Al Shabab sebanyak 7.000 sampai 9. 000 orang. Al-Shabab mengadvokasi ajaran Wahabi dari Arab Saudi, walaupun masyarakat muslim di Somalia pada umumnya bermahzab Sufi. Al-Shabab menerapkan hukum syariat Islam di wilayah yang dikuasainya seperti melempar dengan batu terhadap pasangan mesum dan memotong tangan bagi para pencuri.
Pada Februari 2012, pemimpin al-Shabab, Ahmed Abdi Godane berjanji untuk setia kepada al-Qaeda yang dipimpin Ayman al-Zawahiri. Jaringan Al Shabab di Afrika adalah Boko Haram di Nigeria dan al-Qaeda in the Islamic Maghreb, yang berbasis di Gurun Sahara. Al-Shabab saat ini dipimpin oleh Ahmad Umar, atau yang juga dikenal dengan Abu Ubaidah. Organisasi teror ini diperkirakan oleh Amerika Serikat memiliki kekayaan sebesar $6m (£4.5m).
Sejumlah serangan teror dilakukan Al-Shabab antara lain saat piala dunia tahun 2010 antara Belanda vs Spanyol, bom meledak di klub rugby dan sebuah restaurant di Kampala, Uganda menyebabkan 74 orang yang sedang “nonton bareng” meregang nyawa. Kemudian tahun 2013, seseorang bersenjata menyerang sebuah Mall di Nairobi, yang menyebabkan 67 orang tewas.
Pada tahun 2015, Al Shabab melakukan sejumlah serangan di Kenya, termasuk ke Universitas Garissa yang berdekatan dengan perbatasan Somalia, dimana 148 orang tewas pada umumnya siswa yang beragama Kristen/Katolik.
Pada Januari 2016, Al Shabab dikonfirmasi telah melakukan serangan masif ke basis militer Kenya yang berada di Kota Ade, Somalia, akibatnya Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud dan sekitar 180 tentara tewas.
Pada Oktober 2017 setidaknya 500 orang tewas di Mogadishu, yang dikenal sebagai serangan paling mematikan di Afrika Timur, namun Al-Shabab mengklaim tidak bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dalam perkembangan terakhirnya, Amerika Serikat melakukan sejumlah serangan udara yang menyebabkan pemimpin Al Shabab bernama Aden Hashi Ayro tewas di tahun 2008 dan digantikan oleh Ahmed Abdi Godane.
Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP)
Sebelum terbentuknya AQAP, sejumlah sel teror di Arab Saudi dan Yaman merasa berduka pasca tewasnya pemimpin mereka yang bernama Khaled Ali Hajj, seorang warga Yaman yang juga mantan pengawal Osama bin Laden pada tahun 2004 oleh penyergapan yang dilakukan militer Arab Saudi. Selanjutnya, dibawah kepemimpinan tokoh radikal Saudi Arabia bernama Abdul Aziz al-Muqrin, mereka melakukan sejumlah serangan teror secara spektakuler.
Pada 1 Mei 2004, kelompok teror menembak mati 5 pekerja Barat yang bekerja di komplek Petrokimia di Kota Yanbu, di kawasan Laut Merah. Pada 29 Mei 2004, sebanyak 20 orang warga asing dan warga Arab Saudi terbunuh dalam serangan bom di Kota al-Khobar, yang menimbulkan ketakutan akan terjadinya instabilitas politik dan naiknya harga minyak global.
AQAP dibentuk pada Januari 2009 melalui merger yang dilakukan sejumlah jaringan kelompok teror terutama yang eksis di Yaman dan Arab Saudi. Pada Juni 2015, AQAP mengumumkan nama pemimpin mereka yaitu Nasser al-Wuhayshi yang juga dikenal sebagai Wakil Komandan Al-Qaeda.
Lahir pada tahun 1976 di wilayah Mukayras yang terletak di sebelah selatan Provinsi al-Bayda, Wuhayshi menghabiskan waktunya dalam institusi keagamaan di Yaman sebelum berangkat ke Afghanistan pada tahun 1998 untuk bergabung dengan al-Qaeda. Wuhayshi terlibat dalam pertempuran di Tora Bora pada December 2001, sebelum melarikan diri di perbatasan dekat Iran, dan kemudian tertangkap dan diekstradisi ke Yaman tahun 2003. Laporan intelijen AS menyebutkan Wuhayshi yang tewas akibat serangan udara, digantikan oleh Komandan Operasi Al Qaeda yang berpengalaman perang yaitu Qasim al-Raymi.
Raymi, lahir di Sanaa tahun 1978, Raymi adalah pelatih kamp al-Qaeda yang berada di Afghanistan di tahun 1990-an sebelum kembali ke Yaman. Tahun 2004, Raymi ditahan selama 5 tahun terkait hubungannya dengan sejumlah serangan teror terhadap 5 kantor Kedubes asing di Yaman.
Setelah melarikan diri dari penjara, Wuhayshi dan Raymi membentuk al-Qaeda di Yaman, dan keduanya melakukan perekrutan anggota baru dari pejuang-pejuang Arab yang kembali dari Iraq dan Afghanistan. Sejak itu, al-Qaeda berkembang pesat di sejumlah desa di Yaman.
Anggota AQAP berhasil menyerang Konsulat Amerika Serikat di Jeddah, Arab Saudi pada Desember 2004, al-Qaeda dan AQAP menilai organisasi ini kurang berhasil dibawah kepemimpinan Muqrin, sehingga diganti dengan Salih al-Awfi.
Sejumlah anggota AQAP juga menculik dan memenggal kepala tahanan mereka yaitu warga Amerika Serikat berusia 49 tahun bernama Paul Jhonson yang bekerja di perusahaan penerbangan.
AQAP mengklaim bertanggung jawab atas serangan dua bom bunuh diri yang menyebabkan 6 turis Barat tewas, termasuk serangan ke Kedubes Amerika Serikat di Sanaa pada September 2008. Dalam serangan tersebut, 10 penjaga keamanan berkenegaraan Yaman dan 4 warga sipil tewas.
Operasi militer pertama kali AQAP dilakukan di Arab Saudi pada Agustus 2009 melawan Menhan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef, walaupun Menhan selamat dari serangan tersebut. Bomber  AQAP bernama Ahmed al-Asiri memakai bom high explosive dalam bentuk pentaerythritol tetranitrate (PETN) diseluruh tubuhnya ketika melakukan serangan. Kakaknya yang bernama Ibrahim diyakini sebagai pembuat bom namun gagal menghancurkan pesawat Northwest Airlines Airbus A330 yang hendak terbang ke Detroit pada Natal tahun 2011.
Namun, serangan drone Amerika Serikat yang menargetkan AQAP tidak berhasil memadamkan perlawanan mereka, walaupun dalam serangan tersebut berhasil menewaskan Wuhayshi dan sejumlah anggotanya di Mukalla pada 9 Juni 2015 dan pada 16 Juni 2015, Jubir AQAP, Khaled Batarfi mengonfirmasikan bahwa Wuhayshi telah tewas.
Di Yaman, AQAP memanfaatkan situasi chaos yang disebabkan kelompok Houthi dan operasi serangan udara yang dilakukan Arab Saudi untuk memperlemah kelompok Syiah Zaidi, dimana AQAP berhasil memperluas wilayah yang dikuasainya khususnya di sebelah selatan dan timur Yaman.

 

Taliban
            Taliban berdiri di Afghanistan sejak tahun 1994 dan kebanyakan anggotanya berasal dari etnis Pashtun, namun pada umumnya Taliban mulai melemah sejak tahun 2001 setelah adanya invasi Amerika Serikat di Afghanistan. Pemimpin Taliban bernama Mullah Omar sampai saat masih berstatus buronan dan belum diketahui pasti lokasinya. Ciri khusus Taliban adalah lelakinya memelihara jenggot dan perempuannya mengenakan jilbab. Taliban melarang TV, musik, film dan tidak mengijinkan anak perempuan berusia 10 tahun ke atas pergi ke sekolah.
            Pakistan, Arab  Saudi, dan United Arab Emirates (UAE), adalah negara yang menjadi wilayah operasional Taliban, ketika mereka sangat eksis di Afghanistan dari pertengahan tahun 1990-an sampai tahun 2001. Setidaknya, ada tiga pimpinan kunci Taliban di Pakistan yang tewas akibat serangan drone pada tahun 2013 yaitu Mullah Nazir terbunuh pada Januari, Waliur Rehman pada bulan Mei dan Hakimullah Mehsud, pimpinan puncak Taliban di Pakistan tewas pada bulan November 2013. Faksi Taliban di Pakistan dipimpin Hakimullah Mehsud sampai Ybs tewas. Kelompoknya yang bernama Tehrik-e Taliban Pakistan (TTP) disalahkan sebagai pelaku banyaknya serangan bom bunuh diri dan serangan militer Taliban di Pakistan
Selanjutnya, Taliban di Afghanistan dipimpim oleh Mullah Omar, yang pernah bertempur melawan Uni Soviet di tahun 1980-an, dan di tahun 1998, Taliban mengontrol 90% wilayah di Afghanistan.
Taliban disalahkan melakukan pelanggaran HAM dan budaya pada tahun 2001 karena merusak sejumlah patung Budha Bamiyan di Afghanistan Tengah, dan mendapatkan kecaman internasional. Pada 7 Oktober 2001, koalisi militer yang dipimpin AS menginvasi Afghanistan dan pada minggu pertama Desember 2001, Taliban berhasil ditaklukan mereka.  Mullah Omar dan para wakilnya menjadi target pencarian yang paling besar di seluruh dunia.
Eksistensi sisa-sisa Taliban di Afghanistan terus melakukan perlawanan khususnya di Kabul, dimana pada September 2012, Taliban menyerang Markas NATO di Bastion. Pada September 2015, Taliban untuk pertama kali sejak kekalahannya di tahun 2001, Taliban berhasil menguasai Kota Kunduz yang sangat strategis di Afghanistan.
Amerika Serikat mengirimkan sebanyak 10.000 tentara di Afghanistan, tetapi sulit mencari anggota Taliban karena dalam perkembangan terakhirnya Taliban bergerak secara terpisah-pisah, sehingga memunculkan ancaman dengan hadirnya kelompok Islamic State di Afghanistan.
 
Ansar al-Sharia
Kelompok Ansar al-Sharia menjadi perhatian internasional ketika terjadi penyerbuan terhadap kelompok ini di Benghazi. Jenderal purnawiran Khalifa Haftar, yang mendeklarasikan Tentara Nasional Libya atau Libyan National Army, telah melakukan operasi “Karamah” pada Mei 2014 dengan tujuan membersihkan Libya dari “terrorisme dan extremisme”.
Pemimpin Ansar al-Sharia’s, Mohammad al-Zahawi, 46 tahun mendesak agar warga sipil Libya tidak dijadikan sasaran dalam serangan kelompok Jenderal Purn Haftar. Dalam kesempatan yang sama, al-Zahawi menegaskan, kelompoknya hanya melawan pemerintahan sementara dan demokrasi di Libya, menyatakan perang kembali dan mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak melakukan intervensi.
Ansar al-Sharia adalah kelompok pejuang Islam yang menginginkan penerapan hukum syariat di Libya. Kelompok ini yang memiliki arti “Pengikut Syariat Islam” berkembang di Libya sejak Februari 2011 saat anti Gaddafi menguat. Kelompok ini dibentuk dari gabungan sejumlah kelompok pemberontak di sebelah timur Libya seperti kelompok Brigade Abu Obayda bin al-Jarah, Brigade Malik Brigade dan Brigade 17 Februari.
Kelompok ini pertama kali dibentuk pada Juni 2012 sejak adanya pertemuan pertama kali Ansar al-Sharia. Sejumlah anggota kelompok ini sejauh ini banyak yang tidak dikenal. Kelompok ini pada umumnya beroperasi di Benghazi dan menolak kehadirannya di wilayah lain di Libya. Basis kelompok ini berada di Distrik Quwarshah, yang juga sudah berkali-kali mendapatkan serangan bom dari pasukan Jenderal Purn Khalifa Haftar.
Kekuatan kelompok ini menguat sejak September 2012 dengan berperan melakukan serangan dan membakar Konsulat AS dan membunuh Dubes AS untuk Libya, Christopher Stevens di Benghazi. Pada Oktober 2012, dikenal dengan nama Ansar al-Sharia di Libya (ASL), yang berbeda dengan kelompok Ansar al-Sharia di Tunisia.
Pada October 2012, Ansar al-Sharia berkonfrontasi dengan sejumlah kelompok di Libya, dan banyak anggotanya bergabung dengan tentara Libya di Benghazi. Hasil dari sejumlah konfrontasi ini, kelompok ini berhasil mengurangi keberadaan militer di perkotaan dan tetap menjalin kerjasama dengan Brigade 17 Februari.
Ansar al-Sharia pada awalnya fokus ke bantuan sosial dan dakwah Islam, dan menjaga jarak dengan kelompok militan sebelum dilakukannya serangan militer oleh Jenderal Purn Khalifa Haftar. Melalui jaringan advokasi, kelompok Ansar al-Sharia beroperasi di bidang pendidikan dan mendapatkan dukungan masyarakat.
Kelompok ini juga melakukan pelayanan sosial mulai dari menyapu jalanan, mengatur lalu lintas dan menjaga pusat-pusat budaya di seluruh Benghazi. Kegiatan-kegiatan ini membuat Ansar al-Sharia mendapatkan donasi dari sejumlah pengusaha  Libya.
Kelompok ini merupakan cabang dari al-Qaeda, namun dalam melakukan aktifitasnya mereka tidak mau dikaitkan dengan al-Qaeda, dan kelompok ini bergerak di tingkat masyarakat umum atau grass-root dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap mereka.
Ansar al-Sharia dinilai oleh otoritas yang berwenang di Libya terlibat dalam rangkaian serangan dan tindak kekerasan melawan sejumlah kelompok di Libya dalam beberapa kesempatan, walaupun kelompok ini selalu menolak dikaitkan dengan al-Qaeda atau kelompok militan lainnya diluar Libya, meskipun pihak aparat keamanan dan intelijen Tunisia melaporkan ada jaringan keuangan dan logistik yang menghubungkan Ansar al-Sharia di Libya dan Ansar al-Sharia di Tunisia (AST), bahkan dalam perkembangan terakhir, kelompok ini mendapatkan bantuan persenjataan dari beberapa negara counterpart Libya.
Jemaah Islamiah
Jemaah Islamiah (JI) adalah kelompok teror yang berlokasi di ASEAN dan memiliki keterkaitan dengan al-Qaeda, dengan sejumlah track record aksi pemboman yang terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lainnya di ASEAN. Pemboman kelompok JI yang dikenal adalah serangan bom beruntun di Bali pada 12 Oktober 2002, yang menewaskan 202 orang.
JI dan organisasi afiliasinya juga terlibat dalam sejumlah serangan terhadap kelompok Kristen/Katolik di wilayah timur Indonesia, terlibat bom bunuh diri di Kedubes Australia di Jakarta pada September 2004, termasuk serangan terhadap hotel JW Marriott di Jakarta pada Agustus 2003. Sejak aksi bom Bali, sejumlah besar anggota JI berhasil ditangkap dan dibunuh.
Pada Januari 2012, militer Philipina berhasil membunuh dua pimpinan tertinggi JI dalam sebuah serangan di wilayah selatan negara tersebut. Mereka berhasil membunuh pemimpin JI yang berasal dari Malaysia bernama Zulkifli bin Hira atau Marwan dan Mohammad Ali, alias Muawiyah.
JI yang dalam bahasa Arab berarti “Kelompok Islam” dibentuk akhir tahun 1980-an, dari sejumlah orang Indonesia yang berlokasi di Malaysia. JI memiliki akar anggota yang tergabung dalam Darul Islam, sebuah organisasi yang menginginkan penegakkan hukum Islam di Indonesia. Kelompok JI berkembang pesat di Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand.
Tujuan  JI adalah membentuk negara Islam di Asia Tenggara. Pada awalnya JI tidak melakukan kekerasan, namun sejak pertengahan 1990 melakukan serangan/kekerasan. Perkembangan militansi diantara anggota JI terhubung dengan para senior al-Qaeda di Afghanistan. Dibawah pengaruh al-Qaeda, JI melakukan ide dengan tujuan “perang suci”. Namun, sejumlah anggota JI tidak puas dengan adanya kaum muslim yang menjadi korban serangan bom.
Abu Bakar Ba’asyir salah satu pembentuk JI dan divonis 15 tahun penjara sejak Juni 2011, yang kemudian dikurangi menjadi 9 tahun. Logistik JI dipimpin Riduan Isamuddin atau dikenal dengan Hambali, ditangkap di Thailand tahun 2003 dan dipenjara di Guantanamo.  Fathur Rahman al-Ghozi, pembuat bom dibunuh polisi di Philipina tahun 2003, dan Azahari bin Husin, ahli bom ditembak polisi di Jawa tahun 2005. Pada September 2009, pihak keamanan di Indonesia mengonfirmasikan anggota JI bernama Noordin Mohamed Top.
Perang Afghanistan tahun 1980 an membentuk hubungan antara JI dan al-Qaeda, sehingga JI menjadi salah satu cabang al-Qaeda. JI juga terhubung dengan kelompok militant Islam di Asia Tenggara, dimana mereka juga berteman di pusat pelatihan al-Qaeda di Afghanistan, termasuk Moro Islamic Liberation Front (MILF) yang berlokasi di sebelah selatan Philipina. Indonesia, Malaysia dan Thailand juga banyak sel-sel tidur JI sampai saat ini.
*) Penulis adalah alumnus pasca sarjana Universitas Indonesia.
Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent