Ibnu Muljam Selalu Ada Disetiap Zaman Dan Tempat

Ibnu Muljam Selalu Ada Disetiap Zaman Dan Tempat
Andi Naja FP Paraga (Penulis)

 

Tragedi pada Malam Laylatul Qadar bagi Baginda Amirul Mukminin Alahisalam.sesungguhnya memperjelas kedudukan Sang Imam sebagai KEBENARAN dan memastikan kedudukan IBNU MULJAM sebagai KEBATILAN walaupun keduanya sama-sama berada didalam Masjid bahkan sama-sama melakukan IBADAH. Tragedo itu juga memperjelas bahwa Ilmu Agama serta menghafal Al Qur’an sama sekali todak menjadi Syarat untuk membenarkan kita mendukung seseorang menjadi pemimpin karena ia pun bisa menjadi pembunuh berdarah panas atau berdarah dingin. Silahkan mempertajam analisa tentang persoalan ini.

Yang pasti Karakter Ibnu Muljam ini selalu hadir setiap zaman bahkan dizaman kita. Mungkin saja saat ini Ibnu Muljam sedang bersama kita dan menunggu saat yang tepat menghunuskan pedangnya pada pemimpin-pemimpin kita. Ketika seseorang menyerang dari belakang saat anda berbuat baik yakinilah bahwa itulah Ibnu Muljam. Ia tak pernah kering menunjukkan kesalehannya kepada orang banyak,akan tetapi ia memanfaatkan kesalahannya untuk mengakhiri hidup pemimpin-pemimpin kita dengan cara-cara Biadab. Para Penyerang dari belakang ini ada dimana-mana bahkan anda mengenalnya sebagai orang Sholeh. Boleh jadi anda kagum dengan bacaan Al Qur’annya karena lebih syahdu dibanding bacaan Qori-Qariah yang kita kenal sebagai juara MTQ. Ibnu Muljam adalah.cerminan buruk dari orang-,orang yang memahami Al Qur’an tetapi sekaligus mengkhianati Al Qur’an. Bukankah Karakter seperti ini ada di sekitar kita,bukan.

Kita sulit untuk waspada terhadap karakter Ibnu Muljam karena ia bisa menjadi makmum para pemimpin-pemimpin kita. Sulit mewaspadai puluhan,ratusan hingga ribuan makmum dibelakang Pemimpin-pemimpin kita. Kesulitan ini membuat kita wajib meningkatkan kesiapan bermental seperti Al Imam Ali bin Abithalib. Pemimpin-pemimpin kita perlu menghayati Kalimat FUSTU WARABUKAL KA’BAH itu. Sekali lagi dipertegas betapa sulitnya menghadapi orang yang berkarakter Ibnu Muljam,karena itu cara kita adalah mempersiapkan diri berkarakter Amirul Mukminin. Bersiap-siap setiap saat sekiranya Ibnu Muljam ada dibelakang kita.

Ibnu Muljam sesungguhnya Manusia Lemah,ia seorang pengecut. Sekiranya ia Kuat dan Pemberani maka ia tak akan menebaskan pedangnya terhadap orang yang ingin dibunuhnya dari belakang. Nah coba perhatikan orang orang pengecut disekitar pemimpin kita,disekitar kita. Perhatikan mereka dengan seksama karena Kepengecutannya itu bisa lebih berbahaya ketika sampai waktunya. Bisakah kita Waspada dari orang orang seperti itu?..

 

Andi Naja FP Pataga
Senin,7 Mei 2018

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent