POLITIK ITU MENSEJAHTERAKAN bukan MENAKUTKAN

POLITIK ITU MENSEJAHTERAKAN bukan MENAKUTKAN
Andi Naja FP Paraga (Penulis)

oleh : Andi Naja FP Paraga

Di tengauh Upaya Pemerintah mensejahterakan rakyat Indonesia,muncullah Issue bahwa Jumlah.Tenaga Kerja Asing(TKA) masuk secara massive merebut pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya untuk para pencari kerja tanah air. Hal ini dihemuskan seolah jumlah TKA.yang bekerja di Indonesia selama.3 tahun Pemerintshan Jokowi-JK sudah berjumlah jutaan. Entah darimana data yang dijadikan rujukan karena data dari Kementerian Ketenagakerjaan RI hanya 17.000 TKA Era Presiden SBY dan 24.000 TKA.Era Presiden Jokowi. Artinya ada tambahan 7000 TKA di Era Jokowi Presiden. Tentu hal ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Program CAFTA yang pengguntingan pitanya justru ketika SBY menjadi Presiden.

Bom Waktu yang ditinggalkan Rezim sebelumnya justru meledak tidak karuan dan menjadikan Presiden Joko Widodo sebagai pihak yang tertuduh memasukkan TKA terutama.TKA asal Negeri Tirai Bambu. Dampaknya tidak sedikit politikus bahkan Pemimpin Serikat Buruh-Serikat Pekerja mengaminkan data yang tidak jelas tersebut walaupun pemerintah sudah berkali-kali membantahnya.

Sejak Presiden Joko Widodo memerintah Issue TKA Overload ini selalu didengung-dengungkan,menjadi tema diskusi dan seminar dimana-mana bahkan dunia maya pun menjadi lapangan besar menyebarkan informasi ini. Tidak sedikit group-group WhattsApp dan Facebooks menjadi sasaran informasi dan menjadi perdebatan panjang yang menguras waktu dan fikiran. Sesama Serikat Buruh-Serikat Pekerja pun saling berdebat dalam Pro-Kontra Data.

Persoalan ini tidak lagi persoalan Ketenagakerjaan an sich namun sudah menjadi persoalan politik. Issue TKA Cina terus digoreng untuk menjadi Mesiu politik di masa-masa Pertarungan politik apalagi menjelang Pemilihan Umum.serentak.tahun 2019.Memang tinggal setahun lagi kesempatan para politikus untuk berebut hati rakyat demi memenangkan Pemilu 2019 dan sepertinya semakin banyak pihak yang panik karena waktu semakin sedikit. Kepanikan biasanya sulit dikendalikan dan paling mudah meledakkan emosi kemarahan untuk politikus dan partai politik yang belum siap bertarung pada pemilu.2019.

Politik itu sejatinya mensejahterakan rakyat,Pemilu itu sesungguhnya salah satu upaya berpolitik yang mensejahterahkan rakyat. Namun disisi lain hendaknya semua pihak yang ingin menjadi pemenang demokrasi rakyat sebaiknya mengedepankan politik yang mencerahkan dan mensejahterakan. Jangan sampai kegiatan Car Free Day(CFD) dijadikan ajang kampanye yang tidak simpatik oleh segelintir orang sehingga mengganggu kenyamanan CFD Minggu Pagi bagi rakyat. Pihak keamanan seharusnya mengantisipasi persoalan Gangguan Kelompok berkaos hitam mengganggu beberapa orang berkaos putih yang juga turut menikmati Car Free Day bahkan terkesan mengintimidasi.(30 April 2019).

 

*) Penulis adalah Ketua Komite Politik DPP SBSI

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent