Perpres No. 20/2018 dan Program JKN

Perpres No. 20/2018 dan Program JKN

Masih terkait dgn Pepres no. 20 tahun 2018 ttg TKA yg menjadi pro kontra. Sejak awal saya menduga Perpres No. 20 ini dibuat dgn terburu-buru tanpa melibatkan para stakeholdernya dan mungkin tanpa melalui kajian akademis.

Kalau membaca Pasal 25 Perpres no. 20 ini dengan jelas disebutkan “Setiap Pemberi Kerja TKA wajib menjamin TKA terdaftar dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi TKA yang bekerja lebih dari 6 (enam) bulan dan/atau polis asuransi di perusahaan asuransi berbadan hukum Indonesia”.

Membaca Pasal 25 ini saya berfikir, koq hanya BPJS Ketenagakerjaan saja yg disebut, ada apa dgn BPJS Kesehatan? Apakah memang para pembuat Perpres ini tidak pernah memikirkan ttg Program JKN yg dikelola oleh BPJS Kesehatan. Kan sudah sangat jelas di UU SJSN dinyatakan bahwa TKA yg bekerja minimal 6 bulan WAJIB ikut BPJS Kesehatan juga.

Kenapa di Pasal 25 tidak disebut Program JKN yg dikelola oleh BPJS Kesehatan? Kalau dibilang lupa, masa sih seluruh pihak yg membuat Perpres ini lupa sama Program JKN yg sudah didefinisikan Pemerintah sebagai Program Strategis Nasional? Apa memang sengaja tidak disebut karena pemberi kerja tidak mau bayar 4 persen dan TKA nya enggan bayar 1 persen, atau Pemerintah berimajinatif bahwa TKA NGGAK MUNGKIN atau TIDAK LAYAK datang ke puskesmas atau klinik ketika sakit? Apakah memang Pemerintah memandang TKA tidak wajib bergotong royong di Program JKN?

Saya menilai Perpres no. 20 ini menegasikan Program JKN. Dimana komitmen Pemerintah utk memajukan dan mensukseskan Program JKN? Apa artinya UU SJSN kalau harus dipinggirkan secara sadar oleh Pemerintah? Apa artinya Inpres no. 8 tahun 2017 ttg Optimalisasi JKN ketika Pemerintah dengan sadar membuat Perpres yg menegasikan Program JKN?

SAYA masih terus berfikir kenapa ya muncul Pasal 25 tanpa mengikutsertakan Program JKN.

Semoga Pak Presiden mau berkomitmen dgn jelas terhadap Program JKN.

Pinang Ranti,

Timboel Siregar

 

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent