PT Pos Indonesia Diambang Kebangkrutan

PT Pos Indonesia Diambang Kebangkrutan

Untuk aset semua PT Pos sekitar Rp5.1 Triliun saja namun dalam setahun pertambahan aset di PT Pos Indonesia sangat sedikit, namun aset yang berada di PT Pos Indonesia dari hutang-hutang sekitar Rp 3.3 Triliun dan aset-aset yang ada itu sudah di jaminkan oleh PT Pos Indonesia, sehingga untuk kedepannya PT Pos Indonesia sudah di ambang kebangkrutan

Demikian dikemukakan Uchok Sky Khadafi dalam diskusi publik bertema “Aroma Tak Sedap di BUMN, Ada Apa dengan Pos Indonesia ?” yang diadakan Aliansi Masyarakat Peduli PT Pos Indonesia di Jakarta belum lama ini seraya menambahkan, kalau dilihat dari anggaran resmi PT Pos Indonesia kalau tidak ada perilahan kedepan akan terjadi kekurangan aset kedepan, karena banyak lahan-lahan yang di ambil oleh orang swasta lain dan akan susah kembali untuk di ambil

“Dalam anggaran 2017 pendapatan PT Pos Indonesia ada Rp 4.2 triliun, namun pegeluaran operasionalnya menjadi Rp 4.5 Triliun, dan dengan adanya data tersebut kami curiga adanya permainan angka di tubuh PT Pos Indonesia,” ujar Direktur CBA ini seraya menambahkan, PT Pos Indonesia ini bisa bangkit kedepan jika dilihat dari hasil audit BPK itu ada temuan Rp 98.8 miliar dan sampai saat ini temuan tersebut belum ditindaklanjuti oleh PT Pos Indonesia.

Sementara itu, Said Iqbal mengatakan, PT Pos di Jepang, Swedia, dan Norwegia ada jaminan asuransi dana pensiun dan PT Pos di luar negri itu berkembang, namun kenapa di Indonesia PT Pos Indonesia mengalami kebobrokan, padahal link PT Pos itu sangat luas, ada apa dengan PT Pos Indonesia?

“Kalau memang ada persoalan tentang aset saya cara paling mudah tanpa harus meminjam ialah harus reevaluasi aset seperti yang dilakukan oleh Dirut PT KAI yaitu mereeavaluasi aset seperti Stasiun Gambir, Juanda dan lain-lain, ini PT Pos Indonesia dimana-mana ada kantor pos dan cabangnyapun sampai seluruh Indonesia seharusnya itu yang harus dilakukan oleh PT Pos
Indonesia,” ujar Presiden KSPI ini.

Menurutnya, PT Pos Indonesia termasuk BUMN yang strategis seharusnya pihak manajemen PT Pos Indonesia harus mengeluarkan sistem-sistem yang dapat menarik minat Investor.

“Mengenai kriminalisasi patut diduga bahwa kriminalisasi yang di terjadi kepada karyawan PT Pos Indonesia saat ini harus di cek ada apa ini dengan PT Pos Indonesia. Apakah ada unsur lain,” sarannya.

Menurut Said Iqbal, ada beberapa cara untuk membangun agar PT Pos atau BUMN yang lain dengan maju yaitu KLA (Konsep, Loby dan Aksi) jika konsep dan lobi sudah dilakukan tetap tidak ada perubahan juga di tubuh PT Pos Indonesia baru kita lakukan aksi.

“Jika kasus PT Pos Indonesia ini tidak kunjung perubahan kita akan naikan eskalasinya dan akan menjadikan isu ini menjadi Isu nasional, tidak hanya PT Pos Indonesia saja namun BUMN yang lain,”tegas Said Iqbal.

Aliansi Masyarakat Peduli PT. Pos Indonesia, terdiri dari beberapa elemen, antara lain Nusantara Anti Korupsi, Solidaritas Mahasiswa Peduli Pos Indonesia, Jaringan Aksi Mahasiswa Indonesia (JAMINDO), Gerakan Pemuda Peduli PT. POS Indonesia, SOMASI Indonesia, Garda Nawacita, Serikat Pekerja Pos Indonesia DPW IV Jabodetabeka – Banten dan FORMASI Jakarta.

*) Bayu Kusuma, pemerhati masalah Indonesia. Tinggal di Jakarta Selatan

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent