KLIWON RAJAB JAMAAH MANAQIB di PONPES AL BAGDADI RENGASDENKLOK..

KLIWON RAJAB JAMAAH MANAQIB di PONPES AL BAGDADI RENGASDENKLOK..
Andi Naja FP Paraga (Penulis)

Oleh : Andi Naja FP Paraga

Sabtu,14 April 2018 atas Undangan KH Junaidi Al Bagdadi Pemimpin Pondok Pesantren Al Bagdadi Rengasdenklok Karawang,Saya Andi Naja FP Paraga, Bapak Joko Sulistiyo, Hadi Santoso, Mr John Pengajar Tekhnologi salah satu Universitas di Semarang, Lilik Hadi dan Mas Hen atas undangan Sang Kyai yang lebih populer dipanggil ‘ABAH’ oleh jemaahnya se Indonesia menghadiri acara Tabligh Akbar dan Doa Mujahadah di Lapangan Besar Ponpes Al Bagdadi Karawang. Sungguh sebuah kehormatan buat kami karena Abah mengistimewakan kami sejak kedatangan disamvutdi sebuah rumah mewah di Kawasan Pondok. Ternyata rumah mewah tersebut bukanlah satu-satunya ditempat itu melainkan ada 3(tiga) lagi diapit bangunan pondok pesantren yang mewah dan rumah-rumah santri yang sangat indah,bahkan saya sempat melihat 2(dua) Kandang kuda yang berkeramik dan berdinding beton.

Sementara kami berbincang-bincang dengan Abah Junaidi di kediamannya tidak jauh dari sana terdengar ceramah Para Kyai saling bergantian,qasidahan yang indah dan suara lantunan Sholawat atas Nabi dan keluarganya. Tepat Pkl 23.00 WIB Abah mengajak kami keluar menemui jemaah digiring pengawal yang begitu banyak. Kami berjalan menelusuri jalan yang sudah diatur hingga menaiki tangga sebuah bangunan berlantai 3(tiga) yang dijadikan sebagai panggung Acara.

Saya dan Kawan-kawan.sungguh.Takjub begitu melihat Kumpulan jemaah dari atas panggung menyambut kehadiran Abah dengan Penuh Takdzim bahkan tidak sedikit yang histeris,layaknya sebuah kampanye lapangan tersebut dipenuhi.ribuan jemaah Al Bagdadi dari seluruh Nusantara. Ketika Abah dipersilahkan berbicara beliau pun bangkit dari tempat duduknya semula kedepan mendekati pinggir depan panggung dan kembali duduk bersilah. Ia mengambil microfon dan mulai memberi salam. Ternyata cukup berat tugas Abah. Ia langsung memimpin Acara dengan ceramahnya yang biasa-biasa saja,dengan bahasa indonesia yg biasa-biasa saja namun ribuan pasang mata jemaah itu tak lepas apa yg beliau lakukan diatas panggung. Mulailah beliau menasehati dan memberi motivasi jemaahnya.

Yang sungguh luar biasa ketika Abah mengutip Salah satu Ayat Suci yang kurang lebih maknanya :” Barang Siapa yang menolong Agama Allah maka Allah akan membalas dengan pertolongannya” dan melanjutkan dengan kalimat:” saya hanya meminta Rp 20.000 dari kalian setiap orang” seketika satu persatu jemaah berdiri mendekati panggung yang sudah disiapkan tangganya agar jemaah bisa bersalaman dengan Abah sekaligus memberikan sumbangannya. Proses itu berlangsung lebih dari satu jam sambil dihibur dengan lagu-lagu dari Casset Pedangdut Rhoma Irama. Sungguh menakjubkan. Sebuah kemasan Acara yangsaya sulit menyimpulkannya.

Tepat Pukul.24.00 WIB Abah menghentikan acara sumbangan dan langsung memimpin pembacaan Manaqib Syeikh.Abdul.Kadir Jaelani disusul pembacaan doa dengan penuh Takdzim. Saya dan kawan-kawan mengikuti dengan seksama hingga acara berakhir. Usai.Acara Abah mempersilahkan jemaahnya untuk pulang ke daerah masing-masing dengan membawa sebotolair mineral bermerek Al Bagdadi. Namun tidak berhenti disitu saja,saatkami turun panggung antrian jemaah yang ingin bertabarruk kepada Abah begitu panjang,semua disalami dan anak-anak kecil diusap kepalanya. Seketika Abah menoleh kesaya sambil berkata:” nih ada yg tidak benar nih. Saya cari tauada apa,ternyata ada seorang priayang mendekati kakiAbah sambil bersujud. Beliau ternyata sedang menegur pria itu. Kami pun meninggalkan pria itu dan kembali ke kediaman Abah.

Kami pamit pulang sekitar pukul 02.00 membawa mobil,cukup lama terjebak kumpulan jamaah yg juga hendak beranjak pulang hingga menemui jalan utama Rengasdengklok menuju Jakarta. Saya dkk akhirnya tiba kembali diJakarta Pkl 04.30 WIB dan berpisah dengan kawan-kawanyang rencana pagi harinya balik ke Semarangdengan kereta pagi.

Buatku perjalanan ini menarik tapi rasanya pun layak untuk mencermatinya.

Salam hormat

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent