8 Maret Hari Perempuan Internasional bagi SBSI

8 Maret Hari Perempuan Internasional bagi SBSI

Foto : Srikandi SBSI (ilustrasi)

 

Oleh : ANDI NAJA FP PARAGA

Womens Day selalu diperingati pada tanggal 8 Maret. Komite Kesetaraan Gender Serikat Buruh Sejahtera Indonesia(KKG-SBSI) tentu paling sibuk bahkan sudah menggelar setidaknya 2 (dua) kegiatan Substantif antara lain :

– Senin,(05 Maret 2018) mengkoordinasikan Aksi Tolak Human Traficking didepan Kudutaan Malaysia bersama Diaspora Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) se Jabodetabek

– Menggelar Acara Temu Wicara, (Rabu,07 Maret 2018) di Sekretariat DPP SBSI dengan menghadirkan UKP4 RI dan Ibu Sharmila dari unsur Pengusaha,BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia melalui Lembaga Komite Kesetaraan Gender SBSI melihat Peluang mengangkat Harkat dan Martabat Perempuan Indonesia tidak hanya dari sisi ketenagakerjaan namun juga dari sisi sosial lainnya. Bahwa benar ada fakta hari ini ada sekitar 6.000.000 Tenaga Kerja Indonesia mencari Kesejahteraan di Negeri lain  tidaklah berarti persoalan kesejahteraan Perempuan Indonesia sudah selesai. Puluhan juta Tenaga Kerja yang mencari pekerjaan didalam negeri dengan tingkat penghasilan yang berbefa-beda tidak lantas persoalan sosial buruh perempuan indonesia telah selesai.

Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah dan kerjasama dengan berbagai pihak tidak hanya pemerintah tapi juga Swasta,diperlukan stake holder yang perduli terhadap sisi sosial mereka. Karena itu langkah taktis Departemen Komite Kesetaraan Gender SBSI kedepan tentu akan lebih diproritaskan dan diperkuat. Dengan dipandu sejumlah aktifis perempuan seperti Harida Bakrie,Yudo Kusumawardhani dan Wahyuni Indrijanti rasanya tidak mustahil Departemen KKG-SBSI mampu meraih sejumlah impiannya karena mereka bertiga pegiat dan pekerja keras.

Kepada Para Buruh Perempuan SBSI di Seluruh Tanah Air hendaknya memperkuat diri dengan berbagai langkah seperti menyelenggarakan Basic Training (BATRA) dan disusul BATRA Lanjutan untuk lebih memahami peran dan Fungsi serta tanggung jawabnya. Selanjutnya menambah pengetahuan cara dan tekhnik berunding dengan pihak manapun terutama dengan perusahaan dengan mengikuti Aldo ng Era ng Course(BTC) bahkan pengetahuan tentang bagaimana memimpin organisasi baik kedalam maupun ke Luar Organisasi,progtam ini bernama’Leardership Training Course(LTC). Jika jenjang pelatihan dan penfidikan ini telah dilalui dan dihayati maka dapat dipastikan permasalahan yang kita hadapi seberat apapun akan mrmberi hasil yang menggembirakan. Yang toidak boleh filupakan ajaklah buruh perempuan didaerah untuk bergabung dengan SBSI.

Tentu tidak hanya Buruh Perempuan yang perlu merenungi Hari Perempuan Internasional,tetapi seluruh perempuan Dunia dan tentu yang paling utama Perempuan Indonesia. Hari Perempuan Internasional haruslah menjadi ajang untuk penyadaran Hak dan Kewajiban Perempuan.

SELAMAT HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent