Aliran Sungai Cidurian Tercemar

Aliran Sungai Cidurian Tercemar

Setidaknya ada 10 perusahaan yang outfall nya berhubungan langsung dengan aliran Sungai Cidurian. Dari 10 perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang industri, mulai dari kimia, gula, hingga textile. Pihak berwenang mengaku terus melakukan pengawasan dari luar atau indikasi sungai. Hasilnya, beberapa persusahaan tersebut masih ada yang baik IPALnya, ada yang perlu diperbaiki dan juga dilakukan pembinaan khususnya yang di anak sungai. Aliran Sungai Cidurian memang tercemar yang terdampak dari sungai itu mulai dari sawah sampai tambak.

Secara umum, kondisi aliran sungai itu dinilai sudah tercemar meskipun belum membahayakan. Namun dari hasil pemantauannya ada satu titik di Desa Tersaba Kecamatan Tanara yang jika kemarau tiba kondisinya sudah diatas bakumutu.

“Kondisi menghitamnya aliran Sungai Cidurian dikarenakan debit air yang sedikit. Hal itu bukan sesuatu yang baru, sebab setiap kali debit air kurang maka air itu akan menghitam. Solusi yang tepat adalah dilakukan pengerukan agar airnya kembali mengalir. Sebab saat ini kondisi Sungai Cidurian sudah dangkal terutama di hilirnya. Namun untuk proses pengerukan itu adalah kewenangan balai besar,” ujar seorang warga saat dimintai komentarnya.

Menurutnya, pembuangan limbah cair ke sungai tidak masalah, asalkan melalui proses Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang baik dan dilakukan pengawasan dan sidak. Yang menjadi kesulitannya selama ini dalam pengawasan karena perusahaan tersebut jumlahnya banyak dan beragam.

Wilayah Kabupaten Serang bagian Timur meliputi yakni Tunjungteja, Petir, Cikesal, Pamarayan, Bandung, Kopo, Jawilan, Cikande, Kibin, Carenang, Binuang, Tanara, Tirtayasa, Lebakwangi. Dari beberapa wilayah tersebut, mayoritas telah banyak perusahaan beroperasi, baik berupa pabrik rumahan maupun pabrik besar yang membuang limbah ke Sungai, baik sungai Cidurian, maupun menuju Sungai Ciujung.

Print Friendly, PDF & Email

Share This:

jurnalintelijen

Subscribe

verba volant scripta manent